Pasalnya harga tiket masuk Telaga Ciburial ini hanya sebesar Rp20.000 per orang namun bisa berubah sewaktu-waktu seiring dengan pelaksanaan pembangunan. Selain itu, Anda juga harus membayar retribusi parkir sebesar Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat. Jika ingin camping, pengunjung akan dikenakan tarif Rp35
DongengAsal Usul Telaga Warna, Jawa Barat. 01.05 Unknown No comments. Dahulu kala, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja. Prabu, itu adalah nama panggilannya. Ia adalah raja yang baik dan bijaksana. Sayangnya, Prabu dan permaisuri belum memiliki anak. Itu membuat pasangan kerajaan itu sangat sedih. Ratu sering murung dan menangis.
Bacalahdalam hati cerita Asal Mula Telaga Warna berikut. Asal Mula Telaga Warna. Dahulu kala di Jawa Barat, ada Raja dan Permaisuri yang belum dikarunia anak. Padahal, mereka sudah bertahun-tahun menunggu. Akhirnya, Raja memutuskan untuk bertapa di hutan. 2. bahasa cerita fiksi yaitu bersifat konotatif dan denotatif.
Menurutlegenda rakyat Jawa Barat, Telaga Warna terjadi karena ulah seorang putri manja kerajaan Kutatanggeuhan yang bernama Putri Gilang Rukmini, yang kasar menolak hadiah ulang tahun berupa kalung emas dan permata. Sang Ratu sangat sedih melihat kelakuan putrinya tersebut. Tokoh yang terdapat pada cerita "Asal Mula Telaga Warna" adalah
Asalusul Baturraden berkenaan dengan legenda atau cerita rakyat yang cukup populer di kalangan masyarakat. Legenda tersebut berisikan kisah cinta beda kasta yang terhalang restu orang tua. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, asal usul Baturraden ini bermula dari kisah cinta antara Suta dan seorang putri raja.
setiap regu bola voly maksimal memainkan bola sebanyak kali pukulan. Telaga sebenarnya adalah istilah lokal yang dipergunakan untuk memberikan nama cekungan daratan yang terisi air ketika musim penghujan dan menjadi ekosistem perairan yang menggenang. Selain itu telaga juga dapat diartikan sebagai badan air yang terus ada untuk jangka waktu yang cukup lama dimana partikel-partikel yang mengendap di dalamnya dapat dimanfaatkan oleh komunitas produsen primer yaitu fitoplankton untuk berfotosintesis. Telaga terlihat seperti semacam danau yang kecil dimana sinar matahari bahkan dapat mencapai dasarnya. Berdasarkan prosesnya secara umum telaga terbentuk secara alami karena peristiwa vulkanik dan tektonik. Didaerah karst telaga terbentuk karena topografi daerah karst yang secara alamiah terdapat cekungan sehingga akan tergenang air ketika musim penghujan. Struktur Telaga Warna Struktur perairan telaga dapat dibedakan berdasarkan wilayahnya, yaitu horisontal dan vertikal. Wilayah horisontal dibagi menjadi dua yaitu Zona Litoral Zona Litoral berfungsi menyuplai materi organik ke dalam telaga. Ciri-ciri dari zona ini adalah Berbatasan langsung dengan pinggiran Banyak ditumbuhi oleh tumbuhan air Kedalamnannya relatif dangkal Smith dan Thomas, 2000 Cahaya matahari mampu menembus dengan optimal Zona Limnetik Zona Limnetik merupakan daerah yang terletak di tengah perairan atau telaga yang merupakan badan air yang terpapar langsung cahaya tanpa penghalang. Organisme yang terbanyak ditemukan di daerah ini adalah zooplankton dan fitolankton. Odum,1996 Sejarah, Legenda dan Asal Usul Telaga Warna Pada zaman dahulu, terdapat sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan ialah kerajaan yang makmur dan juga damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana, bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangatlah bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin bisa menjadi kerajaan yang makmur dan tenteram. Semua sangat membahagiakan. Namun sayangnya, Prabu dan istrinya belum dikaruniai seorang anak. sehingga membuat pasangan kerajaan itu sedih. Penasehat Prabu menyarankan, supaya mereka mengangkat untuk mengangkat anak. Tetapi Prabu dan Ratu tidak menyetujui saran tersebut. “Buat kami, anak kandung lebih baik dari pada anak angkat,” jawab mereka. Ratu Murung Ratu sering murung dan juga menangis. Sampai Prabu pun ikut bersedih melihat istrinya. kemudian Raja pergi ke hutan untuk tujuan bertapa. Di sana sang Prabu terus berdoa, supaya mereka dikaruniai anak. Beberapa bulan kemudian, keinginan mereka akhirnya terkabul. Ratu telah hamil. Seluruh rakyat di kerajaan itu merasa senang sekali sampai mereka membanjiri istana dengan hadiah. Sembilan bulan kemudian, Ratu melahirkan seorang putri yang diberinama dengan Gilang Rukmini . Penduduk negeri pun kembali mengirimi putri kecil itu dengan aneka hadiah. Bayi itu tumbuh menjadi anak yang sangat lucu. Beberapa tahun kemudian ia menjadi remaja yang cantik. Prabu dan Ratu begitu menyayangi putrinya. Mereka memberikan anaknya apa pun yang dia inginkan. Akan tetapi itu membuatnya menjadi seorang gadis yang manja. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, maka gadis itu akan marah bahkan sering berkata kasar. Meskipun begitu, orangtua beserta rakyat di kerajaan masih mencintainya. Hari begitu cepat berlalu, Putri tumbuh menjadi seorang gadis tercantik di seluruh negeri. Menginjak usia Putri akan 17 tahun. Maka para penduduk negeri itu pergi ke menuju istana. Mereka membawa banyak aneka hadiah yang sangat indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah tersebut, untuk menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia bisa memakainya untuk kepentingan rakyat. Prabu hanya mengambil sedikit emas dan juga permata. Ia membawanya ke ahli perhiasan dan berkata “Tolong, buatkan kalung yang sangat indah untuk putriku,”. “Dengan senang hati, Yang Mulia,” jawab ahli perhiasan. Kemudian Ia mulai bekerja sebaik mungkin, dan dengan sepenuh hati. Ia ingin membuat kalung yang paling indah di dunia, dikarenakan ahli perhiasan ini begitu menyayangi Putri. Ulang Tahun Putri Hari ulang tahun putri pun tiba. Para penduduk negeri berkumpul disekitar alun-alun istana. Ketika Prabu dan Ratu datang, orang menyambutnya dengan rasa gembira. Sambutan hangat makin terdengar, ketika Putri yang cantik jelita terlihat di hadapan semua orang yang mengagumi kecantikannya. Prabu lalu bangkit dari kursinya dan sudah memegang sebuah Kalung yang indah. “Putriku tercintaku, hari ini aku berikan kalung ini untukmu. Kalung ini pemberian orang-orang dari penjuru negeri. Mereka begitu mencintaimu. Mereka memberikan hadiah ini, karena mereka gembira melihatmu tumbuh menjadi dewasa. Pakailah kalung ini, Nak,” kata Prabu. Putri menerima kalung tersebut. Lalu ia melihat kalung itu sekilas dan berkata “Aku tak mau menggunakannya. Kalung ini jelek!”. Kemudian ia melemparkan kalung itu sehingga Kalung yang indah itu pun menjadi rusak. Emas serta permatanya tersebar di lantai. Kejadian Itu sungguh mengejutkan. Tidak ada seorang pun yang menyangka, Putri akan bertindak seperti itu. Tidak ada seorang pun yang bicara. Suasana menjadi hening. Dengan tiba-tiba tangis Ratu Purbamanah terdengar. Dia merasa sangat sedih melihat kelakuan dari putrinya. Akhirnya semua pun ikut meneteskan air mata, sampai istana pun basah karena air mata mereka. Mereka terus menangis sampai air mata mereka membanjiri istana, dan tiba-tiba saja dari dalam tanah keluar air yang sangat deras, yang semakin lama semakin banyak. Yang pada akhirnya kerajaan Kutatanggeuhan tenggelam dan terciptalah sebuah danau yang sangat indah. demikianlah artikel dari mengenai Asal Usul Telaga Warna Pengertian, Struktur, Legenda Beserta Sejarahnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.
Dieng - Memiliki air yang dapat berubah ubah warnanya di kala siang hari, membuat Telaga Warna menjadi hal menarik untuk dibahas. Bagaimana sih asal mula Telaga Warna?Objek wisata yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah ini berada di ketinggian 2000 Mdpl dan dikelilingi oleh bukit tinggi yang menambah pesona dari Telaga Warna yang memang sudah warna pantulan air yang cukup banyak, mulai dari kuning, biru, hijau atau terkadang seperti pelangi. Telaga Warna juga memiliki banyak legenda tentang asal mulanya, mulai dari pakaian putri dan ratu yang terbang ke telaga, cincin bangsawan, hingga kalung putri raja. Beberapa masyarakat percaya bahwa asal-usul Telaga Warna berasal dari seorang putri dan ratu yang suatu hari memutuskan untuk mandi di sebuah Warna Dieng Foto Aldi Sanjaya Putra/d'TravelerSaat sudah menanggalkan dan menggantung pakaiannya di sebuah pohon, tiba tiba datang angin kencang yang menerbangkan pakaian sang putri dan ratu ke warna air telaga menjadi sesuai dengan warna pakaian yang dikenakan sang ratu dan itu terdapat legenda yang mengatakan bahwa warna air yang berubah ubah di telaga warna disebabkan dari sebuah cincin bangsawan yang jatuh ke dalam telaga. Karena cincin yang jatuh dianggap sangat 'sakti' maka itu membuat warna air telaga dapat berubah juga sering memantaskan drama Telaga Warna yang berkisah tentang Putri Gilang Rukmini yang diberikan hadiah kalung untuk ulang tahunnya yang ke-17 namun sang putri malah tidak suka dan membuang hal tersebut, membuat permaisuri dan rakyat menangis melihat tingkal laku putrinya, bersamaan dengan itu tiba tiba muncul mata air yang tiada henti hingga menenggelamkan kerajaan hingga menjadi Telaga Warna karena pantulan dari permata kalung sang secara ilmiah pergantian warna air dari Telaga Warna disebabkan karena kandungan sulfur yang terdapat di telaga ini cukup tinggi. Sehingga saat matahari menyinari permukaan telaga maka pantulan warna airnya akan nampak berwarna warni. Simak Video "Terjebak di Tengah Jalur, Rintangan Saat Naik Gondola di Dieng" [GambasVideo 20detik] pin/ddn
Dongeng sunda sasakala talaga warna – Pada dongeng kali ini akan menceritakan tentang asal-usul atau awal mula Wisata Telaga warna atau dalam bahasa sunda “Talaga warna” cerita yang berasal dari desa tugu, di kecamatan cisarua Kabupaten Bogor, yang berada tepat di kawasan Puncak Bogor."Sasakala talaga warna merupakan dongeng yang berasal dari daerah desa tugu, kecamatan cisarua Kabupaten Bogor, Jawa Barat."Keistimewaan Talaga WarnaKeistimewaan yang terdapat di talaga warna yaitu airnya yang terkadang dapat berubah warna hingga tujuh warna setiap saat. Terkadang menjadi hijau seakan menyatu dengan warna pepohonan yang ada di sekitarnya, berwarna cokelat, kuning gelap, hingga berwarna kuning ilmiah, perubahan ini disebabkan oleh ganggang di telaga, yaitu sejenis Tumbuhan algae yang dapat berubah-ubah warnanya, jadi seolah-olah air danau tersebut terlihat berubah warna. Namun ada juga yang berpendapat lain, bahwa perubahan tersebut disebabkan karena adanya pantulan sinar matahari yang menyinari tumbuh-tumbuhan di sekitaran lainnya di tempat ini adalah adanya berbagai jenis flora asli hutan tropika dari pegunungan, seperti paku tiang, rame, dan rotan. serta aneka jenis satwa yang hidup di dalam kawasan cagar alam talaga warna yang berkembang di masyarakatAdanya 2 Ikan purba?Di balik keindahan alam dan udara pegunungannya yang sejuk, mitos dan nuansa mistik pun menyelimuti lokasi tersebut. Menurut masyarakat yang tinggal sekitar tempat tersebut, di telaga ini hidup 2 ekor ikan purba yang berwarna hitam dan kuning dari dahulu kala, yang bernama Layung ikan merah dan Tihul ikan hitam yang konon sampai saat ini masih ada di ini jarang muncul ke permukaan hingga ada kepercayaan di masyarakat, bahwa barang siapa yang bisa melihat dua ikan ini maka semua cita-citanya bakal tercapai. Selain itu Masyarakat juga percaya bahwa air dari Talaga Warna ini punya khasiat dan bisa digunakan untuk ini yang membuat banyak orang mengambil airnya untuk obat, bahkan pada bulan dan hari tertentu tempat ini sering dijadikan tempat ziarah oleh masyarakat yang mempercayai hal tersebut. Sebagian orang memang ada yang percaya dengan cerita legenda atau sasakala itu, namun tidak sedikit dari banyak pengunjung yang datang ke Telaga Warna hanya untuk juga Kumpulan 15+ dongeng sunda legenda sasakala di jawa baratArea kawasan Telaga Warna ini sendiri ditetapkan sebagai Kelompok Hutan oleh Surat Keputusan Gubernur Belanda pada tahun 1927. Dan berikut ini adalah beberapa foto yang memperlihatkan susasana di talaga warna pada jaman oleh talaga warnaDi sisi lain dari mitos di telaga ini juga terdapat pula sebuah legenda unik yang berkembang secara turun temurun di kalangan masyarakat sekitar mengenai asal mula terbentuknya danau ini, yang sekaligus akan kita ceritakan pada dongeng sunda sasakala talaga warna Legenda, Telaga Warna terjadi karena ulah dari seorang putri manja yang bernama Putri Gilang Rukmini dari kerajaan Kutatanggeuhan yang menolak hadiah ulang tahun dari orang tuanya berupa kalung berlian. Dan berikut adalah dongeng telaga warna dalam bahasa sunda dan artinya Sunda Sasakala Talaga WarnaJaman baheula, di daerah puncak bogor leuwih tepatna di lamping gunung lemo sakitaran pagunungan mega mendung aya sahiji karajaan nu ngarana kutatanggeuhan. Ngaran karajaan ieu teh asalna tina kecap "Kuta" nu miboga harti tempat jeung "Tanggeuhan" nu hartina andalan. Karajaan ieu oge sok di sebut karajaan kemuning kutatangguhan di pingpin ku saurang raja Prabu Swarnalaya, nu istrina prameswari nu ngarana ratu purbamanah. Di mangsa kapamingpinnana, kerajaan ieu teh ka koncara damai, subur, makmur, jeng tengtrem, teu aya hiji oge kaluarga anu ka kurangan kadaharan. Namun sanajan kitu, prabu Swarnalaya jeung prameswari can ngarasa mang taun-taun lilana kawin maranehana encan di karuniaan pun anak. Padahal sagala cara geus dilakukeun, saperti nginuman jamu tradisional, nepi ka menta saran ka panasehat karajaan, tapi angger weh teu aya hasilna. Saterusna sang raja Swarnalaya mutuskeun pikeun tatapa di babaraha lilana, ahirna raja menang hiji wangsit, ku ijin ti kawasa sageus babaraha bulan prameswari teh hamil jeung ngalahirkeun putri anu gumelis kacida, nu di bere ngaran nyi ajeng gilang rinukmi atawa sok disebut oge putri ayu kencana saking nyaahna ka putrina, sagala kahayang diturutkeun kabeh, da puguh anak hiji-hijina. Saparantos putrina rumaja, sang raja ngayakeun pesta jeung merekeun hadiah ka mangrupa nyi ajeng gilang rinukmi kalah embungeun narima hadiah eta, malah dipiceun jeung dialungkeun nepi kalung nu tina inten berlian eta awur-awuran, tutungna indungna ceurik teu jeung kitu, aya sahiji kajadian dimana aya lini gede ngagoncang jeung kaluar cai tina jero taneuh, nu mikin lila mikin ngagedean, nepi ka ahirna ngalelepkeun karajaan kutatanggeuhan jeung sagala jero dasar talaga sok mancarkeun cahya nu warna-warni, nu ceuk beja mah asalna tina kalung inten berlian kasebat, ku sabab kitu talaga eta dingaranan talaga warna Dongeng TerjemahannyaJaman dahulu, di daerah puncak bogor lebih tepatnya di lereng gunung lemo sekitaran pegunungan mega mendung ada sabuah kerajaan yang bernama kutatanggeuhan. Ngaran kerajaan ini berasal dari kata "Kuta" yang memiliki arti tempat dan "Tanggeuhan" yang artinya andalan. Karajhaan ini juga suka dibut dengan kerajaan kemuning kutatangguhan di pimpin oleh seorang prabu swarnalaya, yang istrinya permaisuri bernama ratu purbamanah. Di masa kepemimpinannya, kerajaan ini terkenal damai, subur, makmur, dan tentram, tidak ada satu keluarga pun yang kekurangan makanan. Meskipun demikian, prabu swarnalaya dan permaisuri belum merasa bertahun-tahun lamanya menikah mereka belum dikaruniai seorang anak. Padahal segala cara sudah dilakukan, seperti meminum jamu tradisional, sampai memintaa saran ka penasehat kerajaan, tapi tetap saja tidak ada hasilnua. Seterusnya sang raja swarnalaya memutuskan untuk bertapa di beberapa lama, akhirnya raja mendapatkan sebuah wangsit, atas ijin yang kuasa sesudah beberapa bulan permaisuri hamil dan melahirkan anak perempuan yang cantik sekali, yang di berinama nyi ajeng gilang rinukmi atau biasa disebut juga putri ayu kencana begitu sayangnya ke putrinya, segala keinginan putrinya di berikan semua, karena anak satu-satunya. Sesudah putrinya remaja, sang raja mengadakan pesta dan memberikan hadiah berupa nyi ajeng gilang rinukmi malah tidak mau menerima hadiah itu, malah membuang dan melemparkannya sampai kalung dari intan berlian tersebut berceceran. Ujung-ujungnya ibunya menangis tak dengan itu, ada suatu kejadian dimana ada gempa besar mengguncang dan keluar air dari dalam tanah, yang makin lama semakin membesar, sampai akhirnya menenggelamkan kerajaan kutatanggeuhan dan segala dalam dasar telaga suka memancarkan cahaya yang berwarna-warni, ada yang bilang asalnya dari kalung intan berlian tersebut, oleh sebab itu lah telaga itu diberi nama telaga demikianlah dongeng sunda sasakala talaga warna dan artinya beserta keistimewaan, sejarah, dan mitos yang terdapat di telaga warna yang ada dikalangan masyarakat yang tinggal di sekitar tempat tersebut, khususnya di desa tugu, kecamatan cisarua Kabupaten Bogor, Jawa juga Dongeng Sunda Sasakala Situ Bagendit, Kesimpulan jeung Ringkasana
Asal-Usul Telaga Warna Jawa BaratDi daerah Jawa Barat terdirilah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang Prabu yang baik dan bijaksana. Di daerah tersebut pada kepemimpinan Prabu, semua rakyat hidup tenteram dan disayangkan kebahagiaan rakyatnya tidak dirasakan juga oleh prabu dan permaisurinya. Sudah berthaun-tahun mereka masih belum mendapatkan seorang anak yang nantinya akan menggantikan kedua orang tuanya untuk memimpin kerajaan. Suatu ketika sang prabu pergi ke hutan untuk berdoa dan meminta kepada Yang Maha Kuasa agar dirinya mendapatkan seorang usaha dan doa prabu dan permaisuri terkabul. Diberitahukanlah kabar gembira tentang kepada seluruh penghuni kerajaan tentang kehamilan permaisuri. Kemudian di usia kandungan yang ke 9 bulan, Permaisuri melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik puteri pun tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik jelita, puteri adalah seorang anak yang ditunggu-tunggu sangat lama dan menjadi puteri satu-satunya dari sang raja dan permaisuri. Maka semuanya penghuni kerajaan sangat memanjakannya, setiap keinginannya selalu terasa sebentar lagi sang puteri akan berusia tujuh belas tahun, ia menjadi seorang gadis remaja yang cantik jelita. Banyak hadiah yang sudah dikumpulkan oleh rakyat kerajaan untuk diberikan kepadany. Kemudian sang prabu mengumpulkan kembali semua hadiah-hadiah dari rakyat dan akan dibagikannya lagi kepada emas dan permata yang disisakan oleh sang prabu. Dan prabu pun pergi ke tukang perhiasan untuk meminta dibuatkan sebuah kalung permata yang bagus dan indah dilihatnya untuk saatnya tiba yaitu pada ulang tahun sang puteri, diberikanlah kalung tersebut kepada puteri. “Puteriku yang cantik, kau terlihat sudah dewasa sekarang. Ambil dan pakailah kalung yang sangat indah ini. Kalung ini pemberian dari rakyat kita, mereka semua sangat menyayangimu.”Dengan sengaja rakyat kerajaan datang ramai-ramai agar bisa melihat kalung yang sangat indah dan juga bertaburan oleh batu permata yang berwarna-warni itu dapat meghias leher sang puteri pada saat ulang dilirik saja kalung itu oleh puteri. Melihat respon yang diberikan puteri, prabu dan permaisuri meminta dan menyuruhnya untuk memakai kalung tersebut. Jawab puteri kepada orang tua, ” Aku tidak mau.”Diambilnya kalung tersebut oleh permaisuri untuk dipakaikannya dileher puterinya, permaisuri berkata “Ayolah, nak, kamu pakai kalung ini.”Ditepisnya kalung itu oleh puteri, kemudian berhamburan dilantai. Sambil teriak dan berlari ke kamarnya, “Kalung itu jelek dan aku tidak ingin memakainya!!”Kalung indah yang berwarna-warni itu kemudian putus dan berhamburan dilantai, semua yang datang dan permaisuri pun terkejut dengan apa yang sudah diakukan oleh sang permaisuri tak kuasa menahan air matanya, ia pun duduk dan menangis. Semua perempuan dan pria yang datang pun ikut menangis. Mereka tak menyangka kalau sang puteri bisa melakukan hal seperti itu, bahkan membuat permaisuri sampai sebuah mata air dari tempat kalung itu terjatuh, semakin lama semakin besar mata air tersebut sehingga membuat tenggelamnya istana. Bukan hanya istana saja, bahkan seluruh kerajaan pun ikut tenggelam sampai akhirnya terbentuklah sebuah danau yang danau itu sudah tidak selebar dulu. Namun, airnya terlihat sangat indah dengan warna-warni disebabkan pantulan dari warna langit dan pohon-pohon disekitarnya. Bahkan orang-orang sangat mempercayai kalau warna-warni indahnya danau itu berasal dari kalungnya sang puteri yang dulu ditepisnya dan berada didasar danau tersebut. Telaga Warna untuk sebutan danau itu, terletak di daerah Puncak, Jawa Barat.
– Sejarah asal usul dan legenda Telaga Warna memang menarik disimak karena menyimpan banyak pesan dan pelajaran bagi kita, khususnya kepada generasi muda untuk selalu menghormati dan menghargai orang Warna adalah salah satu objek wisata yang terkenal akan keindahan dan keunikannya di daerah Bogor, Jawa Barat. Dilatar belakangi areal persawahan dan perkampungan penduduk dengan gunung yang menjulang tinggi, menambah keindahan panorama alam yang sudah ada di sekitar Telaga Warna. Pengunjung akan merasa sangat betah jika berkunjung ke Telaga Warna Danau Telaga Warna di Cisarua, Bogor Jawa BaratTelaga Warna telah menjadi kawasan taman wisata sejak tahun 1972. Sebelumnya, kawasan Telaga Warna Puncak Pass Cisarua – Bogor, merupakan bagian dari Kawasan Cagar Alam hutan Gunung Mega Mendung dan hutan Gunung Hambalang di Jawa hari cerah, kita bisa melihat Telaga Sarangan penuh warna yang indah dan mengagumkan. Warna itu berasal dari bayangan hutan, tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun masyarakat setempat meyakini bahwa warna-warna itu berasal dari kalung seorang Putri yang tersebar di dasar nan indah dari Telaga Warna di BogorYa, konon terbentuknya Telaga Sarangan disebabkan oleh meluapnya air mata Raja, Permaisuri dan seluruh rakyat kerajaan Kutatanggeuhan saat itu. Pasalnya, sang Puteri satu-satunya telah membuat hati orang tuanya dan rakyat Kutatanggeuhan menjadi sangat sedih dan berlinang air mata hingga menjadi telaga yang adalah kisah dari legenda dan sejarah asal usul terbentuknya Telaga Warna selengkapnyaLegenda Telaga SaranganPada zaman dahulu kalau dikenal sebuah kerajaan yang makmur dan damai di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu sekali karena Prabu dan Ratu belum dikaruniai keturunan sehingga mereka selalu merasa kesepian. Rakyat pun sangat mengkhawatirkan keadaan ini, karena siapa yang akan menggantikan Prabu dan Ratu kelak?Akhirnya Raja memutuskan untuk bersemedi. Dia pergi ke gunung dan menemukan sebuah gua. Di sanalah dia bersemedi, berdoa kepada Tuhan supaya dikaruniai keturunan. Setelah berhari-hari Prabu Suwartalaya berdoa, suatu hari tiba-tiba terdengar suara gaib.“Benarkah kau menginginkan keturunan Prabu Suwartalaya?” kata suara gaib tersebut. “Ya! Saya ingin sekali memiliki anak!” jawab Prabu Suwartalaya. “Baiklah! Doamu akan terkabul. Sekarang pulanglah!” kata suara Prabu Suwartalaya pun pulang dengan gembira. Benar saja beberapa minggu kemudian, Ratu pun mengandung. Semua bersuka cita. Terlebih lagi ketika sembilan bulan kemudian Ratu melahirkan seorang putri yang cantik. Dia diberi nama Putri Gilang Rukmini. Prabu Suwartalaya mengadakan pesta yang meriah untuk merayakan kelahiran putri mereka. Putri Gilang Rukmini pun menjadi putri kesayangan rakyat tahun telah berlalu, putri Gilang Rukmini tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Sayang putri Gilang Rukmini sangat manja dan berperangai tidak baik, mungkin karena Prabu dan Ratu sangat memanjakannya. Maklumlah anak semata wayang. Apapun yang diminta oleh putri pasti segera dituruti. Jika tidak putri akan sangat marah dan bertindak kasar. Namun rakyat tetap mencintainya. Mereka berharap suatu hari perangai putri akan berubah dengan lagi putri Gilang Rukmini akan berusia tujuh belas tahun. Prabu Suwartalaya akan mengadakan pesta syukuran di istana. Semua rakyat boleh datang dan memberikan doa untuk putri Gilang berkumpul dan merencanakan hadiah istimewa untuk putri kesayangan mereka. Akhirnya disepakati bahwa mereka akan menghadiahkan sebuah kalung yang sangat indah. Kalung itu terbuat dari emas terbaik dan ditaburi batu-batu permata yang beraneka warna. Maka rakyat dengan sukarela menyisihkan uang mereka dan mengumpulkannya untuk biaya pembuatan hadiah tersebut. Mereka memanggil pandai emas terbaik di kerajaan untuk hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Rakyat berduyun-duyun datang ke halaman istana tempat pesta ulang tahun putri Gilang Rukmini diadakan. Di depan istana sudah berdiri sebuah panggung yang megah. Rakyat bersorak-sorai saat Prabu dan Ratu menaiki panggung. Apalagi ketika akhirnya putri Gilang Rukmini keluar dari istana dan melambaikan tangannya. Rakyat sangat gembira melihat putri yang cantik jelita. Pesta pun berlangsung dengan tiba saatnya rakyat mempersembahkan hadiah istimewa mereka. Mereka memberikan kotak berisi hadiah itu kepada putri Gilang Rukmini. Prabu Suwartalaya membuka kotak tersebut dan mengeluarkan kalung beraneka warna yang sangat indah dan memberikannya kepada putri Gilang Rukmini. putri Gilang Rukmini memandang kalung itu dengan kening Suwartalaya memandang putrinya, “Ayo nak, kenakan kalung itu! Itu adalah tanda cinta rakyat kepadamu. Jangan kecewakan mereka nak!”“Iya putriku. Kalung itu sangat indah bukan. Ayo kenakan! Biar rakyat senang,” kata Ratu Purbamanah. “Bagus apanya? Kalung ini jelek sekali. Warnanya norak, kampungan! Aku tidak mau memakainya!” teriak putri Gilang membanting kalung itu ke lantai hingga hancur. Prabu Suwartalaya, Ratu Purbamanah dan rakyat Kutatanggeuhan hanya bisa tertegun menyaksikan kejadian itu. Lalu tangis Ratu Purbamanah pecah. Prabu dan Ratu begitu sedih dan terpukul melihat kelakuan semua yang hadir pun meneteskan air mata, hingga istana basah oleh air mata mereka. Mereka terus menangis hingga air mata mereka membanjiri istana, dan tiba-tiba saja dari dalam tanah pun keluar air yang deras, makin lama makin banyak. Hingga akhirnya kerajaan Kutatanggeuhan tenggelam dan terciptalah sebuah danau yang sangat indah. Konon, danau tersebut yang kini kita kenal sebagai Telaga Sarangan. 10 TOPIK MENARIK LAINNYApolo artinya dalam bahasa Jawa, kuku perkutut, Java tel aviv, kayu tlogosari, orang terkaya di dharmasraya, naskah drama bahasa sunda 10 orang, sunan pangkat, tokoh wayang berdasarkan weton, penguasa gaib pulau sumatera, Ki sapu angin
asal usul telaga warna dalam bahasa jawa